DNS adalah kumpulan data yang menyimpan beberapa type data yang berbeda. Setiap nama domain akan menyimpan data-data DNS dalam bentuk file yang disebut sebagai file “Zona DNS”. File zona DNS ini diletakkan pada server-server DNS yang ditunjuk sebagai server DNS primer dan server DNS sekunder untuk nama domain tersebut. File Zona DNS domain milik anda biasanya berisi record berikut:

  • NS (Name Server): 
Record ini  menjelaskan server DNS mana saja yang bertanggungjawab untuk suatu nama domain.
  1. A (Address):
    Record ini gunanya untuk memasangkan secara langsung antara nama domain dengan alamat IP maupun nama sub domain dengan alamat IP.
  2. MX (Mail Exchanger):
    Record ini menjelaskan nama server email yang bertanggungjawab untuk suatu domain sehingga email yang ditujukan untuk suatu domain akan diarahkan ke server email yang tercatat dalam record MX ini.
  3. CNAME (Canonical Names):
    Untuk menentukan nama domain atau subdomain tertentu sebagai alias dari subdomain lainnya.
  4. PTR (Pointer):
    Record yang bertanggunjawab menerjemahkan dari alamat IP ke nama domain atau  dari alamat IP ke nama subdomain (kebalikan dari record A). Record ini sering juga disebut “reverse DNS”
  5. TXT (Text):
    Record ini digunakan untuk  menerapkan perlindungan  SPF (Sender Policy Framework) pada suatu nama domain. SPF adalah salah satu cara yang digunakan  untuk memerangai pemalsuan pengirim email.

Categories:

Leave a Reply